Selasa, 16 Agustus 2016

Ini aku yang sedang mendengarkan perasaanku tentang Aku.

Apa mungkin semuanya bisa dimulai lagi dari awal seperti dahulu kala ketika saat semuanya tidak mengetahui banyak hal. Apa yang ada dipikiran hari ini adalah hasil dari apa yang kita ketahui di masa lalu. Mungkin semua yang dirasakan saat ini hanyalah sebuah keharusan dari apa yang dilakukan pada masa lalu.

Kini saat semuanya telah berakhir, oh mungkin justru bukan berakhir, mungkin justru ini hanya sebuah awal dari sesuatuu yang tak berujung. Hal apa yang bisa dilakukan sekarang adalah hanya meningkatkan kemungkinan ketika semuanya harus berkata "tidak mungkin!".

Mungkin aku akan menyebut dia dengan nama si Aku, entahlah mungkin memang harus memiliki sebuah nama agar maksudnya memudahkan.

Si Aku seorang yang sangat dengan sabar dan teliti membangun sebuah dinding dalam dirinya hanya untuk demi menjaga apa yang dia anggap penting.Apa yang dia jaga? Sebuah kehormatan atau yang lebih suka dia menyebutnya dengan "kelemahan".

Apa sebenarnya yang bisa dibuat oleh kelemahan ini? Apa yang membuat sang Aku menjaga sebuah kelemahan dengan sangat amat teliti.

Ya, mungkin kalian semua berpikir secara tepat dan mungkin ini pandangan yang umum. Mungkin dia hanya takut dari dirinya yang lemah yang mungkin pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh seseorang yang nantinya akan merugikan dirinya.

Tapi apa intinya ketika kamu harus menjaga sesuatu yang menurut pemahaman dan perasaanmu adalah sesuatu yang ringkih dengan seorang diri? Apakah justru sebaliknya menjaga lebih kuat ketika bekerjasama, atau mungkin Aku hanya menghindari konfrontasi dari banyak pemikiran yang akan diputuskan berkaitan dengan rahasia yang ada di benak.

Ah, yasudah mungkin hal ini sekarang jadi tidak penting lagi. Hal ini yang kemudian akan mempengaruhi pemahamanmu tentang perasaan dari aku untuk Aku.

Sabtu, 06 Agustus 2016

di Malam lanjutan sang nenek tidur bersama sang cucu dan kakeknya serta bibinya

Di malam ini perasaan senang yang berulang kembali membuat ketidak nyamanan di malam hari ini.
Sehingga semua paru sesak, kepala pusing dan mual hingga tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Benar memang kata orangtua bijak, janganlah rindu karena itu berat. Kesenangan atas apa yang pernah terjadi akan selalu terasa menyenangkan ketika semuanya bisa terulan tanpa harus merasakan ketidak nyamanannya.  terima kasih untuk kamu yang paham betul bagaimana menggunakan senyuman.

Jumat, 05 Agustus 2016

ini aku dan tanpa eyd

pagi ini dengan kopi bersama seorang nenek dan cucunya yang mau tidur tapi susah.
semuanya berawal dari pagi yang kemudian menghadirkan perasaan pada waktu semuanya bermula.
tiba perasaan yang menyenangkan malah membuat keadaan makin buruk.

kehilangan menjadikan semuanya berarti banyak, sebuah kehilangan memberikan arti penting.
mulai mengerti diri sendiri bagaimana dalam menyikapi kehidupan. segini dulu nanti kalo udah ada perasaan lagi yang harus ditulis baru tulis lagi